Perguruan Kristen Methodist 5 merayakan ulang tahun emas pada 31 Maret 2019. Pimpinan terdahulu, alumni-alumni, mantan guru, orang tua murid dan tamu-tamu diundang untuk turut menghadiri dan merayakan momen keemasan itu, yang sekaligus menjadi reuni akbar PKMI 5. Dalam mengisi perayaan, diadakan juga pertunjukan-pertunjukan dari siswa-siswi, alumni yang bersedia mempersembahkan kata sambutan atau lagu. Dalam usia keemasan ini, Methodist 5 tengah melakukan pembangunan gedung baru berlantai 3 untuk TK dan SMA. Maka, pada kesempatan ini diadakan juga penggalangan dana untuk pembangunan gedung baru tersebut. Selain itu, dibuat juga stand-stand yang menyediakan makanan-makanan tradisional untuk tamu-tamu dan alumni sekedar untuk mengingatkan kembali makanan tradisional tersebut mengingat banyak alumni sudah tersebar ke provinsi atau bahkan ke negara lain yang kembali ke Medan untuk turut bersukacita dalam perayaan ulang tahun emas ini.

Mengingat kembali bahwa dulunya sekolah Methodist 5 berawal dengan bangunan tepas bambu, perlahan-lahan ditingkatkan dan dibangun untuk kenyamanan yang lebih baik. Untuk acara perayaan ulang tahun emas ini, dibuat sebuah replika ruang kelas tepas bambu bagi alumni-alumni serta mantan guru untuk bernostalgia dan mengenang kembali situasi ruang kelas mula-mula.

Pimpinan PKMI-5, Jusna, mengatakan bahwa beliau sudah mengabdi selama 12 tahun, menegang tangkat estafet dalam menjalankan tugas pelayanan sebagai guru. “Seiring berjalannya waktu, saya merasa takut jika tidak ada penyerta Tuhan dalam mengajar. Karena itu, saya memilih tema berjalan bersama Tuhan. Apa yang awalnya bangunan tepas bambu, perlahan berubah dengan bangunan yang lebih baik”, kata Ibu Jusna dalam kata sambutan.

Dalam acara turut hadir Sofyan Tan, anggota DPR-RI Fraksi 10 Bidang Pendidikan. “Saya tidak menyangka bahwa murid saya dulu menjadi kepala sekolah di sekolah ini (Ibu Jusna). Bagi saya, ini sangat paten.”, kata Bapak Sofyan Tan.