Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta memastikan seluruh siswa sekolah yang diliburkan selama perhelatan Asian Games tetap produktif memenuhi kalender akademik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik DKI Jakarta, Bowo Irianto, mengatakan keputusan meliburkan 70 sekolah hanya mengubah pola pembelajaran. Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang biasanya dilaksanakan di sekolah, kini dilakukan di rumah.

“Kami juga sudah memanggil pihak sekolah yang diliburkan untuk memastikan penugasan yang diberikan kepada siswa,” ujar Bowo seperti dilansir dari Beritajakarta.id, Jumat, 17 Agusutus 2018.

Bowo mengungkapkan, strategi yang digunakan agar seluruh siswa tetap produktif saat libur Asian Games dengan menggunakan pola pendekatan belajar online.

Sejauh ini hampir seluruh sekolah di Ibu Kota sering menggunakan pola pembelajaran tersebut.

Khusus libur Asian Games, kata Bowo, pola pembelajaran akan menggunakan pendekatan yang berhubungan dengan pesta olahraga se-Asia tersebut.

Misalnya pada mata pelajaran Ilmu Pendidikan Sosial (IPS), siswa akan ditugaskan mencari luas negara hingga sumber ekonomi yang didapat negara peserta Asian Games.

“Begitu juga dari segi pelajaran olahraga. Siswa bisa menggali mengenai jumlah kemenangan negara-negara peserta Asian Games dan lain-lainnya,” tandas Bowo.